Umat Katolik Sambut Minggu Palma, Panitia Kapela Santo Agustinus Bello Siapkan 6.000 Daun Palem

Admin Paroki
Informasi Kapela
Umat Katolik Sambut Minggu Palma, Panitia Kapela Santo Agustinus Bello Siapkan 6.000 Daun Palem
Dokumentasi: Kapela Santo Agustinus Bello

KUPANG, NTT — 

Umat Katolik di seluruh dunia bersiap merayakan Minggu Palma, yang menjadi penanda awal pekan suci menuju Paskah.

 Di Kota Kupang, persiapan perayaan tersebut tampak dilakukan secara gotong royong oleh panitia dan umat.

Panitia Paskah Kapela Santo Agustinus Bello menyiapkan sekitar 6.000 batang daun palem untuk mendukung pelaksanaan Ekaristi Minggu Palma yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026. Perayaan akan digelar dalam dua kali misa, masing-masing pukul 06.00 WITA dan 08.00 WITA.

Ketua panitia, Herman Takene, mengatakan seluruh rangkaian ibadat telah dipersiapkan secara matang, termasuk prosesi pemberkatan daun palem yang akan diawali dengan perarakan imam bersama umat. Perarakan tersebut direncanakan dimulai dari salah satu rumah umat yang tidak jauh dari kapela menuju lokasi perayaan.

Ia menambahkan, jumlah umat yang akan mengikuti perayaan diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 orang, sehingga panitia berupaya memastikan seluruh kebutuhan liturgi, termasuk daun palem, dapat terpenuhi dengan baik.

“Seluruh persiapan sudah kami lakukan bersama umat, termasuk penyediaan daun palem untuk kebutuhan liturgi,” ujarnya.

Salah satu anggota panitia, Diki Tuah, menjelaskan bahwa daun palem didatangkan dari wilayah Kabupaten Kupang, tepatnya dari Nekamese dan Baumata. Pengadaan dilakukan sejak dua hari sebelumnya dengan harga sekitar Rp3.000 per batang.

Menurut dia, proses pengumpulan hingga perapian daun palem dilakukan secara swadaya oleh panitia dan umat setempat sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut perayaan penting dalam kalender Gereja Katolik tersebut.

Minggu Palma sendiri memiliki makna khusus bagi umat Katolik, yakni mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem yang disambut dengan daun-daun palma oleh masyarakat, sebagai simbol penghormatan dan sukacita. Perayaan ini sekaligus membuka rangkaian pekan suci yang berpuncak pada Hari Raya Paskah.

(goe)